Bagaimanakah cara pendaftaran merek dagang ke Ditjen HKI untuk memberi pelindungan hukum pada usaha dan usaha yang anda punyai? Hal ini termasuk penting untuk mengawali satu usaha memakai merek yang anda buat sendiri.

Ada banyak beberapa pebisnis yang pilih jalankan upayanya lebih dulu saat sebelum Pendaftaran merek nya. Dan ini ialah cara yang kurang pas sebab bisa saja kompetitor anda semakin lebih dahulu mempermanenkan merek yang produknya persis sama dengan usaha anda.

Benar-benar sayang saat produk anda telah berkembang cepat tetapi rupanya telah ada merek lain dengan produk yang serupa bahkan juga sudah di daftarkan merek dagangnya. Pasti ini akan beresiko sebab anda dapat dikira menghasilkan barang tiruan.

Untuk menghindar permasalahan ini sesungguhnya tidak begitu susah jika anda pengin jadi seorang pelaku bisnis yang disiplin hingga perjalanan usaha anda akan lancar tiada masalah.

Step step Pendaftaran merek dagang ke Ditjen HKI

#1 Pencarian merek apa tidak ada yang memakai

Langkah awal yang harus dikerjakan ialah mencari merek tersebut untuk menghindar penampikan saat anda pengin daftar sebab rupanya merek itu telah ada yang mempunyai.

Pencarian atas merek yang akan anda pakai dapat lewat internet atau mungkin dengan menanyakan langsung kepada pihak ditjen HKI yang tangani permasalahan ini. Untuk registrasi merek dagang dan pertanyaan, dapat anda sampaikan melalui e-mail di web www.dgip.go.id.

#2 Penuhi syarat mengajukan permintaan

Syarat-syarat yang diperlukan untuk lakukan register merek salah satunya ialah:

#3 Proses registrasi merek

Mengajukan merek yang dikerjakan oleh pemohon langsung selanjutnya akan diolah klarifikasi oleh ditjen HKI.

Formulir registrasi merek harus di isi sama persyaratan dan ketetapan dan tambahan berkenaan info usaha UKM, etiket merek, bukti pembayaran registrasi merek, surat kuasa spesial, dan bukti akseptasi keinginan registrasi merek

Faksi ditjen HKI akan mengecek keseluruhnya berkaitan proses registrasi itu hingga bisa diedarkan sertifikat atas merek yang di daftarkan oleh pemohon.

#4 Pengecekan normalitas dan pengecekan substantif

Pada pengecekan normalitas ini untuk pastikan kelengkapan semua syarat registrasi satu merek.

Pemohon harus ditegaskan sanggup lengkapi seluruh syarat yang dipastikan oleh ditjen HKI sebab bila masih ada kekurangan karena itu faksi Ditjen HKI akan minta kelengkapannya dalam kurun waktu 2 bulan, semenjak surat keinginan pertama diterima.

Seterusnya masuk pada pengecekan substantif saat masuk periode waktu sebulan terhitung semenjak tanggal akseptasi permintaan register merek itu diterima Ditjen HKI.

Biasanya proses ini akan berjalan paling lama sampai 9 bulan di dinas ditjen HKI.

#5 Mengajukan berkeberatan sesudah merek keluar

Jika permintaan sudah di sepakati, karena itu selang sepuluh hari selanjutnya faksi ditjen HKI akan menyampaikan secara sah atas merek yang sudah diedarkan.

Informasi akan berjalan sepanjang tiga bulan dan di saat ini diinginkan pemohon supaya terus mengecek secara periodik agar saat faksi pemohon berasa berkeberatan, pemohon bisa ajukan berkeberatan secara tercatat ke Ditjen HKI paling lama dua bulan semenjak tanggal akseptasi salinan berkeberatan.

#6 Pengecekan kembali lagi

Ditjen HKI akan memakai mengajukan berkeberatan itu selaku alasan untuk kembali lagi melangsungkan pengecekan pada pemohon.

Pengecekan ini umumnya memerlukan waktu optimal sepanjang dua bulan semenjak usainya periode kabar berita atau informasi.

Bila tidak dijumpai permasalahan dalam setiap prosesnya, karena itu faksi Ditjen HKI akan mengeluarkan dan memberi Sertifikat merek ke pemohon atau kuasanya dalam kurun waktu paling lama tiga puluh hari semenjak tanggal permintaan itu disepakati untuk ada dalam perincian umum merek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *