Untuk beberapa UKM yang sudah memiliki Konsultan HKI terdaftar seharusnya selekasnya mendaftar merek dagang yang dipunyai agar barang yang telah diproduksi bisa memiliki sinyal atau keunikan yang bisa membandingkan barang atau layanan yang lain telah dibuat oleh UKM lain.

Ditambah lagi sekarang ini dalam dunia usaha ada kompetisi yang ketat sekali antar satu UKM dengan UKM lainnya hingga bisa memunculkan bermacam permasalahan yang bisa bikin rugi usaha Anda.

Oleh karena itu memerlukan pelindungan dengan landasan hukum yang kuat hingga jika setiap saat berlangsung persoalan mengenai konsultan hki terdaftar, Karena itu bila Anda yang telah memiliki konsultan hki terdaftar itu semakin lebih bebas dalam lakukan satu perlawanan kepada pihak yang sudah bikin rugi.

Sedang untuk pelindungan ini sendiri umumnya memiliki masa aktif sampai 10 tahun dan nanti dapat diperpanjang dengan membayar nominal spesifik ke Dirjen Hak Kekayaan Cendekiawan (HKI).

Meskipun beberapa UKM sudah mengetahui bila ada beberapa kelebihan jika memiliki merek sendiri tapi tidak seluruhnya segera untuk mendaftarkannya. Hal tersebut sebab harga mendaftar merek untuk pemula dipandang lumayan mahal yaitu Rp.2 juta. Faktanya jumlah itu belum juga terhitung ongkos diskusi HKI dan bermacam keperluan yang lain.

Menyimak hal itu, Tubuh Ekonomi Inovatif (Bekraf) Indonesia telah mencanangkan program agar bisa menolong beberapa aktor inovatif dapat mendaftar Hak Kekayaan Cendekiawan dari produknya di salah satunya brand-nya.

Menurut pembicaraan Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Cendekiawan (HKI) sekarang ini telah ada 800 pendaftar dari 1.000 sasaran pendaftar. Bila jadi perhatian dalam selama setahun 2017 ini, pemerintahan akan menggulirkan bujet sebesar Rp1,1 triliun.

Bila dihitung-hitung, jika ongkos registrasinya sebesar Rp2 juta, karena itu ongkos yang perlu dikeluarkan oleh Bekraf sebesar Rp2 miliar yang dari bujet itu. Ini seharusnya digunakan oleh beberapa UKM sebab dengan langkah ini mereka bisa mendaftar brand-nya dengan gratis.

Program ini mempunyai tujuan agar bisa tingkatkan kesadaran beberapa aktor inovatif mengenai HKI. Selain itu, ada diskusi mengenai kelaikan dari satu produk dan program dari registrasi merek itu.

Tidak cuma merek, registrasi HKI yang dikerjakan dengan gratis ini termasuk juga dalam hak cipta, design, industri, dan paten. Bekraf menarget ada 1000 UKM yang bisa mendapatkan HKI sampai akhir 2017 ini. Gagasannya, pada tahun 2018 kelak akan dikerjakan program sama. Hal tersebut menyengaja diutamakan untuk beberapa UKM yang sampai sekarang ini tidak pernah lakukan registrasi merek dagangnya ke HKI.

Registrasi HKI untuk beberapa pebisnis inovatif sendiri diberi untuk 16 sub bidang industri inovatif yang sudah dipastikan. Industri inovatif itu terhitung film kulineran, musik, design komunikasi visual, photografi, penerbitan, radio, sampai tv.

Selaku tambahan info, Hak Kekayaan Cendekiawan (HKI) atau Kekayaan Cendekiawan atau Hak Punya Cendekiawan adalah persamaan kata yang kerap digunakan untuk intelectual properti rights (IPR).

Sedang kekayaan cendekiawan ialah kekayaan atas seluruh hasil produksi dari kepandaian daya berpikir. untuk contohnya yaitu pengetahuan, tehnologi, seni, gubahan lagu, sastra, karikatur, karya tulisan, dan bermacam hal yang lain berguna untuk manusia. Bermacam object yang ditata HKI adalah kreasi karya yang lahir sebab ada kekuatan dari cendekiawan manusia. Sedang metode, HKI ialah hak privat (privat rights).

Siapa saja bisa secara bebas untuk mendaftar atau membuat permintaan untuk kreasi intelektualnya. Ini menunjukkan bila Negara memberi hak exclusive untuk beberapa aktor HKI.

“Peranan kami melakukan publikasi berkaitan kekayaan cendekiawan.Kekayaan cendekiawan tersebut terdiri jadi dua yakni; komunal dan individual. Kami meminta harap beberapa pola tenun kita didaftarkan dalam HAKI hingga tidak ada plagiarisme pola tenun kita,” kata Kasubid Servis Kekayaan Cendekiawan Kanwil Kemenkumham NTT Dientje E. Bule Simbol, ke reporter, diambil dari Di antara, Selasa, 3 November 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *